Marry Me – story 4-

Main cast        :  Leeteuk = Dennis Park

                          Senna = Senna

                          Vivi = Vivi

                           Johny Lee

Genre                : Romance

Length              : Chaptered

“Tidak mungkin..” bisik Dennis tak percaya. Apa dia terlalu tegang menghadapi kakeknya jadi sekarang dia menghayalkan Senna berdiri di depan pintu ruang makan??

“Anyeonghaseyo.” Senna memberi salam sambil menundukkan kepalanya.

“Masuklah.” Balas sang kakek ramah. Dia menunjuk sebuah tempat di samping Dennis. Rumah ini bermodel tradisional, begitu juga dengan perabotannya. Meja yang digunakan adalah meja rendah dan bantal duduk, bukan meja tinggi dengan kursi.

Dennis diam di tempat dan memandang Senna dengan heran dan terkejut. Bukan hanya karena Senna mendadak muncul di rumah kakeknya, tapi juga karena penampilannya. Dia mengenakan gaun, rambut panjangnya yang dikeriting ujungnya membingkai wajahnya  dan dia tampak sangat cantik. Hampir-hampir saja Dennis tidak mengenalinya tadi.

“Maaf saya terlambat.” Ujar Senna sopan. “Saya juga belum memperkenalkan diri. Nama saya Sa Senna.”

Sang kakek tertawa kencang. “Tidak apa-apa. Gadis cantik, sopan dan baik sepertimu memang cocok menjadi cucu menantuku.” Kata sang kakek tanpa menyembunyikan rasa puasnya. Baik Dennis maupun Senna agak bingung. Indikasi pertama, cantik. Bisa diterima kalau melihat penampilan Senna saat ini. Indikasi kedua, sopan, dari kata-katanya jelas sangat sopan. Tapi kalau indikasi ketiga, baik??

“Jangan heran. Bukankah sebelumnya kita pernah bertemu?” kata sang kakek seakan bisa membaca pikiran mereka.

“Eh??”

Sang kakek tertawa. “Maaf, nona.. aku tidak tahu harus kemana. Perutku lapar. Sudah 3 hari tidak makan. Aku juga tidak punya uang.” katanya memelas. Senna membelalakkan matanya sementara Dennis hampir pingsan saking terkejutnya mendengar suara memelas kakeknya, apalagi kata-katanya.

Read More »

Advertisements

슈퍼 스토리 (Super Story) Part 17

By : 슈 퍼 시대

Genre : Romance, Friendship,  [apa aja de]

Length : Chaptered

Casts : All Super Junior Members , Fabiola, Fani, Senna

Keesokan paginya digerbang sekolah Supersidae, terparkir sebuah audi putih dengan kaca yang gelap. Siswa yang pulang melempar pandangan heran ke arah mobil itu. Kacanya terlalu gelap sehingga tidak nampak bagian dalamnya. Meski begitu bagi orang yang sering melihat mobil itu atau bahkan sudah naik mobil itu tidak akan sulit untuk menebak siapa yang ada dibalik kemudi.

“Dasar!! Kenapa dia disini?” gerutu Senna sambil menatap mobil itu. Dia baru keluar dari sekolah saat melihat mobil yang super mencolok itu.

“Wa.. kita harus pulang berdua de..” kata Fabiola pada Fani. Fani segera mengandeng tangan Fabiola dan.. “Anyeong…” mereka berdua segera melesat pergi dan mengangguk saat melewati mobil itu.

Senna langsung masuk ke mobil itu, mengabaikan tatapan heran siswa yang lain. “Oppa!!! Sedang apa disini??” tanyanya langsung.

Leeteuk mengabaikan pertanyaannya dan langsung melajukan mobilnya pergi. “Ya!!! Jawab!!”

“YA!! Bisa tidak jangan marah-marah dulu. Aku sudah tanya pada managermu. Tidak ada schedule hari ini. Jadi, dari pada kau di SM terus, lebih baik kita jalan-jalan.”

“Tapi kenapa mendadak sekali?? Aku masih pakai seragam ni.!!” Kata Senna sambil menunjuk pakaiannya. Leeteuk tersenyum. “Tu..” katanya sambil menunjuk sebuah kantong di dekat kaki Senna.

“Apa ini?”

+++

“Di mana ini?” tanya Senna begitu mereka tiba disebuah tempat yang terasa asing baginya.

“Ini ya tempat jalan-jalan. Cepat ganti baju..” Senna segera ke toilet umum disana dan ganti baju. Ternyata isi kantong itu adalah pakaian ganti, topi dan kacamata. Setelah mengganti seragamnya, dia kembali ke mobil untuk menyimpan seragamnya. Tapi langkahnya terhenti melihat Leeteuk yang berdiri bersandar di depan kap mobil sambil memasukkan tangannya kesaku celana.

Senna POV

Apa-apaan dia ini.. tiba-tiba sekali. Tapi pakaian ini kok pas ya?? Ada topi dan kacamata juga.. Ya ampun. Setelah ganti baju, aku segera kembali ke mobil untuk meletakkan seragamku. Tak mungkin kutenteng terus kan? Tapi aku tertegun melihat sosoknya yang bersandar di kap mobil. Kacamata dan topi sudah dikenakannya. Kedua tangannya di saku celannya. Matanya memang tidak memandang ke arahku tapi…Deg… Kurasakan wajahku memanas. Kenapa dia tampak keren sekali. Ya ampun…

“Lama sekali.” Katanya begitu aku sampai. Kuabaikan dia dan segera membuka pintu mobil. “Wajahmu merah. Memangnya kau membawa blash on ya?” tanyanya polos.

Blush!! Wajahku tambah panas. Untung kepalaku masih didalam mobil. Aku berpura-pura merapikan sesuatu sekedar mengatur jantungku. “tidak apa-apa. Kau tidak merasa ya cuacanya panas.” Dia mengangguk. Entah dia percaya atau tidak yang jelas aku tidak peduli.

“Katanya mau jalan. Ayo cepat!!” aku berjalan duluan. Tapi tiba-tiba dia sudah ada di sampingku dan menggandeng tanganku. Wajahku memanas lagi. Perlu usaha keras untuk membiasakan diri dengan ‘kejutan’ darinya.

Read More »

Because I Love You

Cast       :  Leeteuk, Eunhyuk, Seohee

Genre    : Romace

Length   : One Shoot

Sekedar memberitahukan.. ini ff sumpah gaje banget… yang ga mau baca silahkan dilewatin aja… haha…

Malam ini seperti biasa aku pergi ke sana, berdesak-desakan dengan gadis-gadis lain hanya untuk melihatnya. Begitulah kebiasaanku. Setiap malam aku selalu pergi naik bis ke KBS untuk melihat dia siaran. Bodoh memang… padahal jarak dari apartemenku sangat jauh. Biaya bis untuk pergi juga sebenarnya memberatkan, apalagi saat pulang sudah tengah malam. Tidak ada bisa sama sekali. Taxi pun kalau beruntung baru bisa ditemukan. Tapi, apa daya…karena aku ingin melihatnya.

 

+++

 

“Seohee ya  setiap hari kau selalu datang.” Tanya ajumma penjaga kedai di seberang KBS. Sejak pertama aku sampai di Korea, aku selalu datang ke KBS dan menunggu mereka datang dikedai ini.

 

“Ne, ajumma.” Balasku sambil tersenyum.

 

“Kau itu kenapa tidak datang jam 10 saja, sekarang kan masih jam 9. Lagipula setiap hari kau datang apa tidak lelah? Sepertinya kau masih pelajar.” Kata ajumma itu lagi.Read More »

Marry Me – story 3-

Cast        :  Leeteuk = Dennis Park

                  Senna = Senna

                  Kibum = Bryan Kim

                  Siwon = Andrew Choi

                  Vivi = Vivi

Genre                : Romace

Length              : Chaptered

 

“Menikahlah dengaku.”

Terdengar bunyi berderit dari sendi-sendi lehernya saat Senna memutar lehernya begitu cepat untuk menatap laki-laki di sebelahnya. “Mworago?”

Kali ini, Dennis juga ikut memutar kepalanya ke arah lawan bicaranya. “Menikahlah denganku.” Ulangnya sambil menatap dalam mata Senna.

“Apa anda sudah gila?”

Dennis kembali menghela napas. “Ya dan tidak. Disatu sisi aku sadar aku gila dengan ini, tapi di sisi lain aku juga sadar tidak ada cara lain lagi selain ini. Jadi, kalau memang ingin menyelesaikannya terpaksa harus dilakukan.”

“Intinya anda ingin menyelesaikan kesalahpahaman dengan kebohongan?”

“Lagi-lagi ya dan tidak.” Dennis mengalihkan pandangannya ke arah sungai. “Bisa saja menyelesaikan ini dengan memberi penjelasan pada publik tentang foto itu, tapi akibatnya bagiku agak terlalu banyak. Bisa dikatakan kurang sepadan.”

“Kurang sepadan?”

“Berita ini ternyata membuat warisanku kembali dan kesehatan bagi kakeku.”

Senna diam dan Dennis memberinya kesempatan berpikir sesaat. “Atas dasar apa juga anda kira aku akan setuju untuk menikah? Toh akibat dari kesalahpahaman itu bagiku tidak seberapa. Hanya dikira istri bos saja. Tidak terlalu merugikan.”

Dennis tersenyum kecil. “Aku sudah tahu itu. Dan apa kau pikir aku akan langsung mengatakan ide ini tanpa pertimbangan?” senna otomatis memandang wajah dennis lagi. “Aku bisa membiayai pengobatan Eunjo.”

Senna tertegun. Dia benar-benar tidak menyangka kalau Dennis akan menyebut Eunjo dalam masalah ini. Dari sekian banyak hal yang mungkin saja dipikirkan sebagai alasan Dennis berani mengatakan ide gila ini padanya sama sekali tidak ada Eunjo didalamnya.

“Dari mana kau tahu tentangnya?” tanya Senna tidak percaya.

“Aku sudah bilang ‘kan, tidak mungkin aku langsung mengatakan ini tanpa pertimbangan apa-apa. Aku sudah mencari tahu tentangmu. Maaf untuk itu.” tambahnya karena sadar menyelidiki latar belakang sesorang seperti ini sangat tidak sopan.

“Keluargamu meningal dalam kecelakaan dan hanya tinggal keponakanmu yang koma. Kau berhenti kuliah dan bisa dibilang menghabiskan seluruh harta keluarga untuk pengobatannya, tapi itu tidak cukup. Kau tahu benar kalau hanya berdasarkan uang yang kau hasilkan dari bekerja tidak akan pernah cukup.”Read More »

슈퍼 스토리 (Super Story) Part 16

Casts : All suju’s members, Fani, Fabiola, Senna

Genre : Romance, Friendship

Length : Chaptered

Story By : 슈 퍼 시 데

 

@SuperSidae Dorm

Fani POV

Aku yang sedang duduk dikasur sambil membaca buku dikejutkan dengan sosok yang seminggu ini tidak kulihat, tapi sekarang tiba-tiba berdiri di depan pintu kamarku.

“Yeobo…. Kau sudah pulang…?” tanyaku langsung berdiri. Dia masih berdiri ditempatnya dan memandangku agak… dalam.. aneh..

“Yeobo… “ aku berjalan ke tempatnya. Dia pun berjalan. Jarak kami hanya sekitar setengah meter. Dia memegang tanganku dan langsung menarikku dalam pelukannya. Pelukannya sangat erat, seperti tidak ingin melepaskan aku. tidak seperti biasanya.

“Jagi… berjanjilah.. kau tidak akan meninggalkan aku..” ucapnya yang terdengar seperti bisikan.

Aku hanya diam mendengarnya. Ada apa dengannya hari ini?? Tidak seperti Kim Heechul yang kukenal. Aku mencoba melepaskan pelukannya. Tapi dia malah memelukku lebih erat. Kupandang wajahnya yang terlihat sedih. Tangannya masih melingkar di pinggangku.

“Yeobo… kenapa kamu hari ini..??” Tanyaku memegang wajahnya.

Dia hanya diam. Seketika aku baru sadar, bahwa di sudut bibirnya terluka dan terdapat ada darah.Read More »

The Inn ~ Chapter 4 = Surprise!!!!! =

Cast                   :    All Suju’s Members and a girl                            

Genre                :  Mistery, Romance

Length              :  Chaptered

Author              :  Wenteuk

 

 

Dingin… Gelap….Sesak… Sakit …

Tubuhku tak bisa bergerak… kaku, dan  menggigil. Rasanya ada batu besar yang menimpaku. Batu dingin yang besar, menyebarkan rasa dingin yang menusuk di sekujur tubuhku, membekukanku. Kepalaku berdenyut keras, mengirim berjuta rasa sakit pada bagian yang lain, atau bagian yang lain yang mengirin rasa sakit itu ke kepalaku?? Aku tidak tahu. Anehnya, kenapa rasa dingin ini tidak membekukan sarafku juga?? Setidaknya itu bisa menghentikan sakitku kan??

Aku ingin menjerit.. memanggil seseorang.. .. tapi tidak ada suara yang keluar…. Lidahku mati rasa.. kumohon… s iapa saja.. tolong aku….

#_#_#

“Selamat pagi, Nona…”

“Pagi semua…”  kuedarkan pandangan ke sekeliling meja makan. “Kurang lagi..” kataku sambil melihat sekeliling meja. Kedua kursi para tuan sudah pasti kosong –entah kenapa belakangan ini mereka jadi semakin sering hilang–, tapi kali ini si pangeran iblis juga ikut hilang.

“Kyuhyun sedang mengerjakan tugas. Dia terlalu lama libur.” Jawab Kangin sambil menuang minuman berwarna ungu aneh ke gelasnya. Meski penasaran, tapi instingku mengatakan lebih baik aku tidak tahu apa itu.

“Tugas?? Memangnya apa tugas yang harus dikerjakan pangeran iblis sampai tidak makan?” well.. ini lebih membuatku penasaran dari pada minuman ungu aneh kangin.

“Aku tidak mau tahu pokoknya dia harus makan. Aku tidak suka kalau makanan buatanku tidak dimakan.” Kata ryeowook tegas sambil menunjuk seporsi makanan dihadapannya dengan dagunya.

“Nanti akan kuantarkan.” Kata Hankyung tenang. Kalau tuan heechul dan tuan leeteuk tidak ada, memang dia yang memimpin.

“Boleh aku saja yang mengantar itu?” mereka semua memandangku bingung. Bahkan minuman ungu aneh itu juga muncrat dari mulut kangin.

“Anda??” sebenarnya aku sendiri juga bingung kenapa aku tiba-tiba ingin mengantarkan makanan ke kamarnya?? “Bolehkan?? Aku tidak pernah ke ruang bawah.”

Mereka saling bertukar pandang cemas. “Baiklah…” Aku hanya mengangguk. Kyuhyun adalah yang paling dingin selain Heechul di tempat ini. mungkin sebagian akan mengatakan untuk menjauh darinya. Tapi dia juga satu-satumya yang bisa bersikap biasa padaku. Dia tidak menggunakan bahasa formal denganku.

Begitu aku selesai makan, aku segera mengangkat nampan itu dan turun ke bawah. Di rumah ini secara tidak langsung kamar-kamar tebagi 2. Lantai paling atas untuk yang golongan putih dan kamar bawah tanah untuk yang hitam. Terkadang aku lupa kalau ada ruang bawah tanah di rumah ini seandainya tidak melihat mereka turun di malam hari.

Ternyata lantai bawah ini cukup membuatku ternganga. Tidak ada lorong sempit dengan obor sebagai penerang. Tidak ada lukisan aneh atau tengkorak di dinding. Tidak ada sarang laba-laba atau semacamnya. Bahkan bisa dibilang sama persis dengan di atas. Ada ruang tamu lalu tangga turun lagi –yang aku yakin berarti tangga naik di atas–, lukisan yang sama dan bahkan perabotan serta letak juga sama. Bisa saja kau merasa berada di rumah yang berbeda tapi di bangun oleh satu arsitek sehingga semuanya sama. Perbedaannya hanya warnya dindingnya tidak terlalu putih dan suhunya lebih dingin.

Read More »

Marry Me – story 2-

Main cast         :  Leeteuk = Dennis Park

                                Senna = Senna

                                Kibum = Bryan Kim

                                Siwon = Andrew Choi

                               Vivi = Vivi

Genre                : Romace, Comedy (?)

Length              : Chaptered

“Apa ini??” Dennis membanting koran di hadapannya. Pantas saja orang-orang memandanginya dengan aneh. Dennis kemudian mengeluarkan ponselnya. Dia harus minta penjelasan dari Andrew. Namun, setelah lebih dari satu jam Dennis terus mondar-mandir di dalam kantornya sambil berusaha menghubungi Andrew. 100 kali di coba, 100 kali tidak tersambung.

“Cepat angkat ponselmu, bocah!!!” geram Dennis.

TOK TOK TOK

Tanpa menunggu jawaban dari Dennis, Bryan masuk ke ruangan atasannya dengan wajah takut campur bingung. “Apa?” tanya Dennis masih dengan ponsel di telinga.

“Ada kiriman untuk Anda.” Jawab Bryan.

“Kenapa tidak dibawa masuk?”

“Itu…” Bryan tergagap. Dennis meletakkan ponselnya di meja dan memandang Bryan bingung. “Apa?” Bryan keluar tanpa mengatakan apa-apa kemudian dalam sedetik masuk lagi dengan karangan bunga yang besar.

“Selamat menempuh hidup baru.” Dennis membaca tulisan di karangan bunga itu. Wajahnya datar tanpa emosi. “Dari siapa ini?”

“Tuan Kim dari perusahaan Loel.” Jawab Bryan dari balik karangan bunga. Dia takut kena marah Dennis lagi.

Dennis terduduk lemas di sofa ruang kerjanya. Ini gila. Berita pernikahannya sudah menyebar luas. Bahkan perusahaan Loel yang selama ini telah menjadi partner hotelnya sudah mengirimnnya ucapan selamat. Jika dia mengeluarkan pernyataan bahwa dia tidak menikah maka pasti nama baik hotelnya akan tercemar.

Tiba-tiba ponselnya berdering lagi. Dia mengangkatnya dengan sangat malas.

“Yoboseyo… haraboji?!” dia cukup kaget mendengar suara kakeknya di seberang.

Apa itu benar?? Kau sudah menikah?

Read More »