Oppa, This is For You…

Genre : Romance, [apa aja de]

Length : One Shoot

Casts : Super Junior Members, Senna, Fani, Fabiola

Ini FF lama yang kubuat tahun 2010. Pas lagi baca-baca ff lama, baru keingat ini ga dipost.. meski telat & uda jamuran, gpp de… ^^ Kalo dibandingin dengan keadaan sekarang uda ga nyambung banget, jadi bagi readers, harap jangan dibandingin dengan realita. INI HANYA FIKSI, KHAYALAN BELAKA. OK??!

 

Desember 2010

“Pemenang tahun ini adalah….. Sunyosidae!!!!!!!!!!!!!!!!!”

 

Terdengar teriakan dan tepuk tangan meriah dari seluruh gedung. Tapi tidak untuk 10 namja serba puith itu. Wajah mereka tersenyum dan kata-kata selamat keluar dari mulut mereka, tapi tidak dengan hati mereka. Hati mereka tersayat dan mata mereka sudah terlalu panas, siap menumpahkan segala perasaan mereka.

 

2 diantaranya saling berpelukan, saling menyemangati. Tanpa berlama-lama disana, mereka menghilang ke backstage, bahkan tidak ikut dalam foto saat acara berakhir.

 

Seorang yeoja yang berdiri tidak jauh dari mereka segera menyusulnya ke backstage, tapi dicegah oleh seseorang.

 

“Senna!!! Jangan pergi dulu. Seharusnya Fani yang kedalam. Ingat jangan buat gossip apapun sekarang.”

 

Yeoja yang dipanggil Senna tampak akan memberontak, tapi dia akhirnya mengikuti kata-kata sang leader. “Fani, kau mau masuk?”

 

“Ani.. aku tunggu disini saja. Lagipula masih ada 8 orang disini.” Dia tersenyum lemah. Ya, mereka bertiga, anggota girlband Supersidae dan masing-masing punya hubungan khusus dengan member suju. Tapi, hanya hubungan Fani dan Heechul la yang sudah diketahui oleh media. Tanpa memperdulikan SNSD yang sedang berada di panggung, mereka bertiga menghampiri sisa member yang ada dan menghibur mereka. Sebenarnya tadi manager suju sudah membisikkan kabar ini pada mereka. Meski sudah bersiap-siap, tapi tetap saja, mereka hanya manusia biasa.

 

“Gwaenchanayo???” Tanya Fani pada Yesung oppa yang pucat pasi. Dari tadi dia terlihat hampir ambruk. Wajar saja, dia sedang demam tapi harus menghadiri acara ini. Sudah begitu tidak menang lagi.

 

“Ne… gwaenchana..” katanya pelan. Dari tadi Ryeowook berdiri disampingnya, bersiap-siap menangkapnya kalau dia roboh.

 

Mereka semua membungkuk 90 derajat pada ELF dan kemudian menghilang ke backstage. Begitu sampai di backstage air mata mereka jatuh. Semua menangis. Buru-buru para manager membawa mereka ke van. Tentu dengan pengamanan yang luar biasa, mengingat para ELF yang kecewa sedang menunggu diluar.

 

Ketiga gadis itu juga ikut menghilang bersama member suju. Fabiola ikut bersama van suju, menemani Kyuhyun sementara Senna langsung meminjam mobil manager dan pergi ke tempat Leeteuk dan Heechul. Fani yang sempat bingung harus menghibur Sungmin atau ikut ke tempat Heechul akhirnya ikut dengan suju. Tapi dia terus menelpon Heechul.

 

Tidak perlu waktu lama Senna sudah sampai di sebuah tempat minum. Dia memakai mantel putih panjangnya, dan topi rajut untuk menutupi gaunnya dan sedikit menyamar. Untung saja tempat ini tidak terlalu ramai, jadi dia langsung naik ke lantai 2. Lantai 1 adalah bar umum sedangkan lantai 2 terdiri dari kamar-kamar VIP. Tadi dia sudah menelpon Leeteuk dan diberi tahu dia berada disini.

“Oppa….” Senna langsung duduk di samping Leeteuk begitu masuk. Mereka berdua sudah mabuk. Wajah dan mata mereka berdua sudah merah. Karena minuman dan karena menangis. Benar-benar mengenaskan melihat 2 orang yang biasanya ceria bisa terpuruk seperti ini.

 

“Senna ..” Leeteuk langsung memeluk Senna dan menangis di bahu yeoja itu.

 

“Gwaenchana oppa…gwaenchana…” ucap Senna, padahal dia juga sudah hampir ikut menangis.

 

“Teuk ah… aku pulang dulu. Sekarang sudah ada yang menemanimu kan?”

 

“Oppa, apa perlu ku antar?? Atau menelpon seseorang untuk menjemputmu?”

 

“Tidak perlu. Pemilik tempat ini adalah sepupuku. Dia akan mengantarku. Temani dia..”

Katanya sambil berjalan ke luar. Setidaknya dia tidak oleng saat berjalan.

 

“Oppa… uljima…”

 

“Mianhae…jeongmal mianhae…” ucap leeteuk sambil menangis.

 

“Sudahlah. Tidak peduli dapat piala atau tidak, kalian, superjunior tetap menang. Tidak ada yang menganggapmu kalah oppa… Bagi ELF, kalian yang tersenyum adalah piala.” Dari mana kata-kata itu keluar??? Senna sendiri juga tidak tahu. Yang jelas dia yakin kata-katanya tidak salah.

 

“Ya… darimana kau dapat kata-kata seperti itu?” Leeteuk tertawa kecil singkat

 

“Huh!! Jangan lupa, aku juga ELF tahu!!!”

 

“Jeongmal??”

 

“Ne.. jadi jangan menangis lagi. Masih ada tahun depan.”

 

Leeteuk melepas pelukannya.

 

“Tahun depankan aku sudah wamil.” Senna tersentak. Dia paling tidak suka membayangkan Leeteuk masuk wamil. Seketika raut wajahnya terlihat sedih. “oo.. mianhae.. aku tahu kau tidak suka mendengarnya tapi ini benar. Aku hanya ingin mendapat satu daesang lagi sebelum pergi.” Dia mengakhirinya dengan senyuman. Tapi bukan senyuman yang biasa. Terlihat jelas kesedihan dibalik senyumnya.

 

“Bagaimana kalau tahun depan dapat 2???”

 

“Mwo?? Apa maksudmu?”

 

Senna menatap lurus-lurus mata Leeteuk. “Aku akan mendapatkan sebuah daesang untukmu. Bersama oppa-oppa yang lain.”

 

Seketika airmata Leeteuk mengalir lagi, bersamaan dengan senyumnya. “Gomawoyo..” dia mendekatkan wajahnya, dekat..dekat sekali hingga Senna bisa merasakan desah napasnya.

 

Bagaikan sudah diperintah, mereka berdua menutup mata dan terus mendekatkan wajah mereka hingga bibir mereka bertemu. Keduanya larut dalam kehangatan baru yang menyenangkan setelah segala yang terjadi hari ini.

 

+++

 

15 Juli 2011

 

Hari ini supersidae akan berangkat ke Jepang untuk debut disana. Album baru mereka yang dirilis Maret lalu sangat sukses di Korea sehingga mereka ingin mencoba pasar Jepang. Sayangnya hari ini juga hari yang paling dikhawatirkan oleh Senna. Ya..pada hari ini Leetuek dan Heechul masuk wamil. Yang lebih menyebalkan lagi, dia tidak bisa mengantar. Pesawatnya berangkat tepat saat mereka berdua masuk.

 

“Senna, ayo..” kata manager oppa. Mereka baru keluar dari mobil dan masuk ke bandara. Tapi kaki Senna seakan dilem di sana. Dia nyaris tidak bergerak bila tidak disuruh. Ya apalagi masalahnya kalau bukan karena dia ingin mengantar Leeteuk. Matanya sudah sembam sejak tadi pagi sehingga dia memakai kacamata hitam dan topi abu-abu kebesaran yang ditarik turun. Bagi para ELF, apalagi yang sering memperhatikan fashion para member, topi abu-abu itu pasti sudah tidak asing lagi. Topi itu adalah topi Leeteuk yang diberikan pada Senna saat mereka kencan kemarin.

 

“oppa, apa tidak bisa tidak pergi?? Atau lebih cepat?? Jangan 2 tahun.. bisakan?” Tanya Senna sambil memandang langit malam. Seakan ikut sedih, tidak ada satupun bintang yang tampak. Hitam…hitam pekat…

 

“Sudah kau tanya itu berapa kali si?? Liat, rambutku saja sudah dipotong begini. Kemarin kau juga sudah melihat surat panggilannya. Senna ya..” Leeteuk merengkuh wajah Senna dan menatapnya dalam. “Jebal…”

 

Mata keduanya sudah merah. Senna sengaja libur hari ini agar bisa bersama dengannya mengingat besok mereka tidak akan bisa bertemu. Ini akan menjadi pertemuan terakhir mereka hingga 2 tahun lagi, mungkin. Kemungkinan besar Senna tidak akan sering berada di Korea karena setelah Jepang, pihak SM berencana untuk mendebutkan mereka di beberapa negara lain, tentu tidak diketahui sampai kapan.

 

“Jebal… “ bisiknya sambil mencium kening Senna. Air mata Senna jatuh juga. Dia segera memeluk Leeteuk, erat sekali. Entah sudah berapa lama mereka berpelukan hingga akhirnya saling melepaskan diri.

 

“Ini…” Leeteuk melepas topi yang sedang dipakainya. “Ini topi favoritku. Harus dijaga baik-baik. Ara?” katanya sambil memakaikan topi itu di kepala Senna. “Aku akan memintanya kembali saat aku selesai wamil.” Leeteuk tersenyum.

 

“tidak akan kukembalikan. Sudah kau berikan, tidak akan kukembalikan!!” kata Senna sambil merengut. Sebenarnya dia masih kaget karena leeteuk memberikan topi itu padanya.

 

“Hahaha… begini baru senna ku..” katanya sambil tertawa. Mau tidak mau Senna ikut tertawa.

 

Koper mereka sudah diurus oleh manager. Mereka sedang duduk sambil menunggu manager mereka check-in. “Senna, ayo..” kata Fani saat melihat manager oppa melambaikan tangan, minta mereka ke sana.

 

Baru 2 langkah berjalan, langkah Senna kembali terhenti saat mendengar suara. “Ada satu hal yang ingin kukatakan sebelum aku masuk ke gerbang itu.” Dia menoleh cepat ke sumber suara.

 

TV di bandara yang dari tadi sedang menayangkan berita tiba-tiba berganti channel. Channel ini sedang menayangkan Leeteuk dan Heechul yang akan segera masuk ke camp. (*ingat waktu Kangin wamil).  Seluruh layar dipenuhi wajah Leeteuk. Dia memakai topi putih untuk menutupi kepalanya yang hampir botak. Wajahnya dihiasi senyum hangat seperti biasa.

 

“Aku ingin membuat pengakuan. Sebenarnya selama ini aku sudah punya pacar.” Terdengar gumam kaget dari ELF yang ada di sana, juga dari orang-orang di bandara yang tiba-tiba berhenti dari kegitatan mereka saat mendengar suara Leeteuk di TV. “Dia orang yang lucu, cepat marah dan tidak suka menangis.  Tapi belakangan ini dia sering menangis gara-gara aku.” Leeteuk menunduk dan menarik napas panjang seakan sedang menahan air matanya.

 

“Hari ini dia sebenarnya sangat ingin berada di sini, mengantarku. Atau kalau aku tidak wamil hari ini maka aku yang akan mengantarnya.” Dia berhenti sejenak. “Hari ini dia akan berangkat ke Jepang. Pesawatnya akan berangkat beberapa menit lagi kurasa.” Dia menunduk lagi. Terdengar gumam-gumam lagi di sana. Tapi di tempat Senna berdiri, gumamam lebih banyak.

 

Bahkan banyak yang menunjukknya sambil berbisik. “Apa??” , “Siapa?” dan sebagainya. Senna masih membeku ditempatnya. Matanya tak beralih dari TV. Fani dan Fabiola berdiri beberapa langkah didepannya. Mereka juga tidak memperdulikan gumam-gumam di sekitar mereka. Semua focus pada Leeteuk.

 

“Aku tidak tahu berapa lama dia disana. Tapi yang jelas, aku janji akan langsung menemuimu begitu keluar. Mari kita jalani 2 tahun ini dengan penuh tawa, seperti biasa. Aku akan kembali menjadi Leeteuk dan kau akan tetap menjadi Senna ku…”

 

Air mata Senna mengalir pelan di pipinya. Tapi matanya sama sekali belum beralih dari TV. Dia berdiri disana, diam, bagai patung. “Saranghaeyo… Senna..” kemudian terdengar tepuk tangan entah dari TV atau dari bandara, Senna sama sekali tidak tahu dan tidak peduli. Leeteuk membungkuk, Heechul juga dan kemudian mereka berdua berjalan ke gerbang.

 

Melihat Leeteuk pergi, dia juga membalikkan tubuhnya dan berjalan ke terminal. Tapi baru 3 langkah, dia kembali bebalik dan melihat ke arah TV. Tepat saat itu ternyata Leeteuk juga berbalik ke arah kamera dan tersenyum seakan-akan mereka ada di tempat yang sama dan saling memandang sekarang.

 

Senna ikut tersenyum, meski air matanya masih mengalir dan berjalan kembali ke terminal. Terdengar tepuk tangan lagi. Kali ini dia benar-benar yakin suara ini dari orang-orang di bandara. Dia tidak berhenti tapi terus berjalan ke terminal sambil tersenyum. Dia akan tersenyum seperti itu sampai mereka bertemu kembali. Yaksok… tidak ada lagi air mata atau tangisan. Yang ada hanya senyuman.

 

+++

 

EPILOG

 

Desember 2011

 

Supersidae kembali ke Korea beberapa hari untuk menghadiri GDA ke 26. Dalam beberapa bulan terakhir ini mereka benar-benar bekerja keras. Apalagi Senna, dia sudah berjanji akan memberinya satu buah daesang tahun ini. Tentu saja suju juga bekerja keras. Meski tinggal 8, kesuksesan mereka tidak menurun. Bahkan ELF semakin banyak.

 

“Pemenang Disk Daesang adalah…. Supersidae!!!!!!!!!!!” mereka bertiga tampak terkejut sehingga tidak ada yang bisa bergerak sampai member suju yang duduk satu meja dengan mereka memeluk mereka.

 

“Kamsahamnida untuk semua… untuk manager oppa, stylish eonnie, appa, eomma, dongsaeng, chinggu… semuanya… kamsahamnida.” Kata Fabiola sambil menangis haru.

 

Fani dan Senna juga mengucapkan terima kasih, dan diakhir ‘pidato’ Senna, “Oppa, seperti janjiku, ini untukmu.”

 

Tepat saat mereka membungkuk, “Gomawo..” terdengar suara 3 orang namja dari arah pintu masuk. Lampu sorot dan kamera langsung tertuju pada mereka. Sontak semua berteriak, kaget dan senang becampur satu. Mereka berdiri di sana dengan seragam hijau. Tapi senyum mereka mengembang di sana. Senna  terdiam di tempatnya, terkejut.

 

Leeteuk, Heechul dan Kangin berjalan dengan pelan ke arah mereka. Saat mereka sudah berdiri di meja suju, ketiga gadis itu berlari turun dari panggung. Senna langsung memeluk Leeteuk erat, begitu juga Heechul dan Fani. Meski mereka sudah putus, tapi tetap saja hubungan mereka masih baik.

 

Member yang lain juga memeluk mereka bertiga. Bahkan semuanya menangis haru. Acara dihentikan sesaat karena mereka bertiga, tapi tidak ada yang mengeluh. Semua tampak bahagia. Artis yang lain pun mendatangi mereka bertiga. Ada yang salaman, berpelukan, apapun ada. Setelah 5 menit, acara kembali diambil alih oleh MC.

 

“Baiklah… untuk penghargaan yang terakhir… daesang tahun ini… jatuh pada….SUPER JUNIOR!!!!!!!!!!” sontak terdengar teriakan dari para penonton yang bisa dibilang hampir 50% adalah ELF.

 

“Kamsahamnida… sebenarnya kami sama sekali tidak menyangka akan mendapat daesang lagi. Tapi terimakasih untuk semuanya… yang terus memberi dukungan pada kami. Jeongmal kamsahamnida…” kata Leeteuk sambil menangis bahagia.

 

“Kamsahamnida untuk dukungan kalian… ELF….!!!!!!” Teriak kangin.

 

Terdengar koor “SUPERJUNIOR” dari seluruh gedung. Bahkan para tamu dan artis semuanya berdiri dan ikut dalam koor itu.

 

“kamsahamnida…. Saranghae!!!!!” teriak mereka semua berurai airmata.

 

+++

 

“Kamsahamnida…” kata Leeteuk sambil memeluk Senna. Mereka sedang berada di backstage, ruangan Superjunior. Leeteuk, Heechul dan Kangin hanya mendapat ijin selama 3 jam. Jadi mereka tidak bisa lama-lama. Begitu acara selesai, mereka hanya bisa ngobrol 30 menit dan kemudian mereka harus kembali.

 

“Sudah lama tidak bertemu kalian, dan sekali bertemu, kalian sudah dapat daesang… rasanya baru kemarin aku memergoki kalian berjalan di koridor depan ruang latihan kami.” Kata Kangin sambil mengenang saat-saat itu.

 

“oppa, itukan sudah lama sekali.” Kata Fabiola sambil tertawa.

 

“Bagaimana kabarmu?” Tanya Heechul pada Fani.

 

“Baik.. gomawo oppa….” Ujar Fani.

 

“Cih.. terimakasih untuk apa?” ucapnya dengan senyum miringnya.

 

“Terima kasih sudah mempercayakan dia padaku hyung.” Tiba-tiba sungmin muncul dan berdiri di samping Fani sambil menggenggam tangannya.

 

“Kalian ini. Memangnya itu perlu?” dia berbalik menghadap kedua rekannya yang berseragam hijau itu.

 

“Ayo, kita harus kembali sekarang.” Katanya sambil melihat jam.

 

Sontak aura bahagia itu berubah. “tidak bisa lebih lama lagi?” Tanya Ryeowook. Kelihatannya dia akan menangis.

 

“Mianhae… tapi kalian jangan lupa menjemputku ya. Juli nanti aku keluar.” Kata Kangin sambil tertawa keras.

 

“Dasar!!” Yesung melemparinya dengan handuk.

 

Semua tertawa. Kemudian mereka berjalan sama-sama keluar. Mengantar mereka, sekali lagi. “Kali ini aku mengantarmu..” kata Senna. Leeteuk hanya tersenyum.

 

“Gomawoyo…” ucapnya dan kemudian masuk ke mobil.

 

“Anyeong!!!!!!!!!” semua melambaikan tangan ke arah mobil hitam itu, hingga tak kelihatan lagi di ujung jalan.

 

Oppa, aku sudah menepati janjiku. 2 daesang tahun ini, untuk mengganti daesang tahun lalu.  Daesang ini untuk kalian… untukmu…

 

END

Advertisements

3 thoughts on “Oppa, This is For You…

  1. yeee,, udah di publish! kurang eonnn…. kurang banyak #di bakar eon.
    hahaha, kangen sama SJS eon. segera di publish yah 😀 Gumawo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s