슈퍼 스토리 (Super Story) Part 18

By : 슈 퍼 시대

Genre : Romance, Friendship,  [apa aja de]

Length : Chaptered

Casts : All Super Junior Members , Fabiola, Fani, Senna

“CHO KYUHYUN!!!!!!!!!!!!!!!”

ketenangan di ruang latihan superjunior terusik oleh debam pintu dan teriakan mengelegar seorang yeoja yang tampak sangat marah.

“Apa-apaan ini?” Tanya fabiola dengan nada tajam sambil melempar beberapa lembar kertas kepada kyuhyun. Semua member yang ada di ruang latihan terburu-buru merapat ke pojok. Entah kenapa mereka bersembilan merasa ketakutan padahal yang datang hanya seorang hoobae, yeoja lagi.

Tapi berbeda dengan semua hyungnya, kyuhyun tampak tidak terpengaruh dengan hawa pembunuh dari Fabiola. Kyuhyun dengan santai melihat kertas-kertas itu satu demi satu. Beberapa menit yang panjang kemudian dia mengangkat kepala dari kertas-kertas itu.

“Kenapa memangnya?” tanyanya dengan wajah polos bagaikan anak kecil yang tidak tahu kalau mengambil barang orang lain tanpa ijin adalah mencuri.

“Kenapa katamu?” Tanya fabiola dalam bisikan maut. “seharusnya itu pertanyaanku. Kenapa kau seperti itu?”

“apa salahnya?? Wajarkan?” mata fabiola membulat. “Wajar katamu?”

“Aku kan sudah bilang aku mau main musical. Ini kan bagian dari pertunjukan. Sebagai orang yang professional tidak masalah dong.” Kata kyuhyun dengan santai dan mengembalikan kertas-kertas itu pada fabiola.

“Musikal?? Tapi kenapa kau tidak bilang dulu padaku??” katanya penuh emosi. Bukan marah tapi kecewa karena tertinggal sesuatu yang sangat penting.

“Siapa bilang aku tidak bilang? Aku sudah mau bilang waktu itu. Tapi kan kau sendiri yang tidak mau dengar. Jadi jangan salahkan aku nona fabiola?!” kyuhyun tersenyum evil dan mengambil psp nya.

Fabiola terdiam. Dia mengingat kembali saat itu. Kalau tidak salah waktu itu…

Flashback

“Aku mau main musical.” Kata kyuhyun sambil tersenyum lebar.

Fabiola membulatkan matanya heran. “Kau tidak salah minum obat kan?”

“Aniyo… memangnya kenapa?” kali ini kyuhyun yang heran.

Fabiola mengeleng-gelengkan kepalanya sekedar menghilangkan rasa heran yang memenuhi kepalanya. “Akhir-akhir ini perubahanmu terlalu derastis.”

“Baguskan kalau aku berubah.” Sahut kyuhyun dengan bangga.

“bagus si bagus tapi juga menyeramkan tahu.”

“Menyeramkan bagaimana?”

“tiba-tiba kau jadi banyak bicara, jadi mc, tampil di acara-acara aneh, sekarang mau main di musical.” Fabiola menghitung dan mengacungkan 4 jari padanya.

“Benarkah?? Tapi itu tidak penting. Sebenarnya ada yang ingin kudiskusikan dulu padamu. Ah ani.. ingin kutanyakan lebih tepat.” Kata kyuhyun. Fabiola mengerutkan kening bingung. “Tentang musikalnya. Sebenarnya aku belum menandatangani kontraknya, aku ingin tahu pendapatmu dulu.”

“Terserah padamu saja. Lagian bagus juga kalau kau mencoba acting. Siapa tahu bisa mengasah kemampuanmu.” Kata fabiola sambil lalu.

“Tapi masalahnya ada…” belum selesai kyuhyun mengatakan inti permasalahan, fabiola memotong sambil melihat jam. “mianhae, aku harus pergi sekarang. Terima saja tawarannya. Lumayan.”

“Ya!! Aku  belum selesai.” Kata kyuhyun setengah berteriak tapi fabiola mengacuhkannya.

End of flashback

“bagaimana nona? Sudah ingat? Salahmu sendiri kan?”

“Enak saja!! Itu salahmu. Kalau memang kau berniat mengatakannya kenapa tidak kau sms atau telpon aku? Atau mengatakannya lebih cepat, tanpa basa basi sepanjang itu.” Fabiola melipat tangan di dada dan membuang muka kesal.

“Kau kan sudah menyuruhku menerima tawaran itu, jadi kenapa harus ambil pusing lagi. Lagian menyuruhku menerima tawaran bermai musical itu berarti juga menerima semua akibatnya kan?” kyuhyun meletakkan psp nya dan ikutan melipat kedua tangannya.

“Aish!!! Kenapa aku harus kenal pada namja aneh sepertimu!” fabiola berbalik dan keluar dari ruangan.

“Apa-apaan itu? Datang marah-marah, pergi sebelum pembicaraan selesai. Dasar yeoja aneh!” kyuhyun menatap pintu dengan tatapan bingung dan agak kesal. Kesal karena disalahkan oleh fabiola. “Hyung, latihan lagi yuk. Hyung…”

Dia kaget saat melihat semua member sedang berpelukan di pojok ruangan. Yang lain hanya bisa tersenyum. “Ooh.. kami hanya bermain saja Teringat teletubies jadi ya begini…Lagian sudah lama tidak berpelukan… hahaha” kata leeteuk dengan wajah bodohnya. Member yang lain mangut-mangut setuju padahal dalam hati semua mengutuk leeteuk untuk alasan terbodoh yang bisa dipikirkannya.

“Kenapa tidak mengajakku. Aku ikut!!” kyuhyun langsung berlari sambil melompat seperti anak kecil dan ikutan memeluk hyung-hyungnya itu.

Mereka tertawa. Namun, dibalik tawa tersimpan keprihatinan yang besar terhadap dongsaeng yang satu itu. Kyu, kau itu bodoh, polos atau memang pura-pura saja si??

+++

“ya!! Ada apa dengan tampangmu itu?” Tanya senna saat fabiola datang ke ruangan mereka dengan ekspresi yang sulit digambarkan. “Kau tahu tampangmu seperti apa? Seperti kuntilanak yang terbangun siang-siang dan dikejar pak ustad.”

“Apa itu??” Tanya fani bingung.

Senna mengangkat bahu. “Entah. Aku juga tidak tahu. Hanya tiba-tiba singgah di kepalaku. Mungkin akibat film horror indo yang kemarin kutonton.”

“Cih… yang serius napa?” fani kembali menghadap fabiola. “Ada apa si..”

“Aniyo… kapan-kapan saja aku cerita.” Fabiola mengambil buku dalam tasnya. “Kerja pr yuk!”

“PR?? Kita kan lagi libur. PR musim dingin juga kan kumpulnya tahun depan.” Kata Fani

“Aish.. kerja sekarang aja. Jadi kita bisa focus kerja. Acara akhir dan awal tahun kan banyak.” Kata Fabiola

Lho..lho.. ada angin apani?? Apa kemarin dia kehujanan salju jadi otaknya agak beku? Mana ada yang bawa buku sekolah saat kerja, di saat libur lagi.  Senna dan Fani saling melempar pandangan yang mengatakan, pasti kyuhyun. “Buruan.”kata fabiola saat melihat kedua temannya diam dan saling berpandangan.

“Emang kau bawa buku pr?” Tanya Senna.

Fabiola tertawa. “Nggak.” Katanya sambil tersenyum.

GUBRAK!!!!

+++

“Aish.. kalah lagi.. kenapa aku tidak bisa konsen si malam ini. Padahal ini kan sudah level terakhir.“  gerutu Kyuhyun sambil mengacak-ngacak rambutnya yang memang sudah berantakan.

“Kyu, kau belum tidur ya?” Tanya sungmin dengan mata terpejam. Dia terbangun mendengar gerutu kyuhyun.

“mianhaeyo hyung.” Gumam kyuhyun.

Akhirnya dengan sekuat tenaga, sungmin membuka matanya. Aneh. Kalau kalah main game kyuhyun akan marah-marah dan mulai lagi. Tapi kenapa sekarang langsung kehilangan semangat seperti itu? Atau jangan-jangan gara-gara masalah tadi siang? Dia menopang tubuh dengan siku agar bisa melihat lebih jelas ke arah kyuhyun.

“Kyu, cerita saja. Kau ada masalah kan?”

Kyuhyun meletakkan gamenya dan berbaring terlentang di lantai kamar sambil menghela napas panjang. “Aku tidak mengerti.” Sungmin diam, menunggu kyu melanjutkan kata-katanya. “Apa aku salah? Atau memang ini hanya karena yeoja memang makhluk yang aneh?”

Sungmin tertawa. Tebakannya benar.  “hyung, aku sedang serius. Memangnya lucu ya?”

“Aniyo.. hanya saja kau terlalu kekanak-kanakan. Dia juga si.” Tambah sungmin sambil lalu. Kyuhyun langsung terduduk tegak, menghadap sungmin dengan wajah bingung dan kesal. “Kekanak-kanakan.”

Sungmin mengangguk. “Ne. seperti katanya, kalau kau berniat memberitahunya dari awal, lakukan saja. Bisa meng sms atau menelponnya kan?” sungmin berhenti sebentar dan melihat dahi kyuhyun berkerut. Setidaknya dia memikirkannya. “tapi tindakannya marah-marah seperti itu juga tidak bisa dibilang benar. Kalau mau marah seharusnya tunggu kalian hanya berdua saja. Marah-marah di depan orang seperti itu kan memalukan. Untung saat itu ada di ruang latihan. Kalau sedang diluar dan didengar orang kan tidak enak. Tadi juga ryeowook sampai gemetaran.” Sungmin tertawa mengingat kejadian tadi siang.

Kyuhyun mengangguk-angguk, dahinya masih berkerut. Lalu tiba-tiba kerutan di dahinya menghilang, bagai di setrika dengan suhu tinggi. “ryeowook hyung gemetaran?”

Sungmin mengangguk. “Jadi, itu alasan kalian berpelukan.” Nadanya mencibir sekarang. Tapi sungmin masih tertawa. “Cih… bodoh juga leeteuk hyung. Alasannya kekanak-kanakan”

Sementara itu di lantai 12 belas : “Hatchii!!!!” leeteuk tiba-tiba bersin. “Ada yang membicarakan ku ya?” gumamnya dengan mata tertutup, tapi dengan kembali ke alam mimpi.

“Kau juga. Langsung ikutan.” Tawa sungmin benar-benar meledak sekarang. Wajah kyuhyun menjadi panas. Dengan cepat dia mengambil bantalnya dan dilemparkan kewajah sungmin, tapi ikutan tertawa juga.

BUUKK!!!!! BUUKKK!!!!

Tiba-tiba terdengar suara gedoran di pintu kamar mereka diikuti suara datar yang dingin. “Jangan berisik. Anak-anakku terbangun.”

Sungmin dan kyuhyun tertawa sambil membekap mulut masing-masing. “Cepat tidur sana. Besok banyak kerjaan.” Kata sungmin akhirnya dan mereka berdua melanjutkan tidur.

+++

Keesokan harinya

“Aku mau ketemu sama yeobo dulu ya.” Kata fani begitu mereka sampai di sm.

“Aku ikut. Si teukie itu dari kemarin susah banget di cari.” Senna langsung menyusul fani yang sudah jalan duluan.

“Ya kalian berdua!! Aish… jadi harus sendirian de.” Gerutu fabiola sambil menuju ke lift sendirian. Begitu dia membuka pintunya ada seseorang yang telah menantinya.

“Neo..” kata fabiola berusaha menutupi kekagetannya dengan nada galak.

Kyuhyun berjalan ke arahnya sambil tersenyum. “Jangan marah-marah dong.” Fabiola membelalakkan matanya mendengar nada bicara kyuhyun. Sejak kapan kyuhyun bisa bicara dengan nada yang ‘manis’ begitu?

“Kenapa jadi diam.” Kyuhyun menghampirinya masih sambil tersenyum. Fabiola terpaku ditempatnya. Bulu kuduk nya berdiri. Sepertinya ke evilan kyuhyun sudah mencapai puncaknya. Kyuhyun menganggkat tangan kanannya dan mengelus pipi fabiola yang tegang. “Kemarin kau marah-marah padaku kenapa sekarang jadi diam seperti ini?”

Fabiola menelan ludah tegang. “Ada apa denganmu?” katanya

“Tidak ada. Salah ya kalau begini dengan pacarku sendiri?” kyuhyun mendekatkan wajahnya pada fabiola. “mianhae. Seharusnya aku memang memberitahumu dari awal sedetail-detailnya.”

Fabiola mundur selangkah. “Kenapa?” Tanya kyuhyun kebingungan.

Fabiola berdeham. “Dengar, bagus kau sudah mengerti kesalahanmu, tapi kau kesurupan?? Kenapa jadi aneh begini ha??”

“Aneh bagaimana? Yang jelas aku tidak kekanak-kanankkan ‘ kan?” kata kyuhyun sambil mengangkat bahu.

Sungmin tertawa tertahan di belakang pintu. “kenapa kau tertawa?” bisik eunhyuk pada sungmin. Mereka semua sedang mengintip dibalik pintu. Tadi malam setelah bicara pada kyuhyun, mereka menyusun rencana untuk mengembalikan perdamaian (*lebay abis de kata-katanya..), tentu saja senna dan fani terlibat. Mereka kebingungan dengan tingkah aneh fabiola kemarin.

“Aniyo..” sahut sungmin tertahan. Ternyata dongsaengnya yang satu itu terlalu penurut.

“Sudahlah.. ayo kita pergi. Biarkan saja mereka berduaan.” Sahut leeteuk sambil berbalik. Yang lain mengikuti dengan lega.

“tidak akan ada yang berteriak-teriak lagi.” Sahut ryeowook lega.

Kembali lagi ke tempat Fabiola dan Kyuhyun.

“Jadi, kau akan tetap berciuman di musical” Tanya Fabiola terbata

“Ne..apakah kau melarangnya?” ucap Kyuhyun mendekati Fabiola kembali

“sebenarnya sih iya, aku aja belum pernah mendapat ciumanmu” ucap Fabiola malu-malu.

“Jadi kau ingin aku menciummu terlebih dahulu sebelum dengan noona” ucap Kyuhyun sambil mengeluarkan evil smilenya.

“aniyo…” ucap Fabiola menggoyangkan tangannya.

“aish.. dasar kau ini” ucap Kyuhyun langsung mencium bibir Fabiola dengan lembut. Sedangkan Fabiola terkejut dengan tindakan Kyuhyun dan perlahan menutup matanya menikmati ciuman pertama dari Kyuhyun.

“puas??” Tanya Kyuhyun setelah melepaskan ciumannya.

“kau ini.. akukan tidak suruh kau menciumku” ucap Fabiola sedikit malu.

“saranghae..” ucap Kyuhyun mengacak rambut Fabiola

“na do saranghae”

“soal ciuman, aku sudah berdiskusi dengan PD kalau ciuman aku dengan noona akan ditutup dengan topi. Jadi kau tidak usah khawatir” ucap Kyuhyun melipat tangannya di dada

“MWO?? Kenapa tidak bilang dari awal. Kalau tahu begitu aku tidak akan memberikan ciuman pertamaku ke kau” ucap Fabiola kesal

“tapi kau menikmati ciumankukan?” ucap Kyuhyun meninggalkan Fabiola sendirian

“CHO KYUHYUN!!!! AKU BENCI DENGANMU” teriak Fabiola kesal namun ia memegang bibirnya dan tersenyum sendiri saat ia mengingat Kyuhyun menciumnya.

6 November 2010

“Ryeoewook ah… ada dimana kau??” teriak sungmin begitu masuk ke dorm lantai 12

“Ada apa?” ryeowook menghampirinya dari arah dapur.

“Tolong masakkan sesuatu dong. Aku lapar.” Kata sungmin sambil memegangi perutnya. Hari ini dia bangun kesiangan jadi ketinggalan sarapan.

Ryeowook tersenyum. “Ok. Tunggu saja sama Heechul hyung. Yang lain sedang ada urusan.” Ryeowook berbalik dan menuju ke dapur.

Mwo?? Heechul hyung? Pikir sungmin. Sejak perkelahian itu hubungan mereka berdua agak renggang. Bukannya takut atau benci pada heechul, tapi sungmin merasa tidak nyaman kalau berdua saja dengan heechul. Tapi dia tidak mungkin menghindar terus kan? Bagaimanapun heechul adalah hyungnya.

Sungmin menuju ke ruang tamu dan duduk di sofa sambil menyalakan TV. Heechul duduk di seberangnya sedang sibuk membaca majalah fashion. Suasana di ruang tamu sontak terasa tidak nyaman. Masing-masing merasa grogi untuk mulai buka mulut, hingga akhirnya keduanya diam dan focus pada aktivitas masing-masing. Atau setidaknya itu yang ingin mereka lakukan tapi ternyata gagal total. Sungmin sama sekali tidak tahu acara apa yang sedang di tontonnya. Heechul juga bahkan tidak tahu lagi apa yang sedang dibacanya.

“Sungmin ah..”

“Hyung ah..”

Keduanya mulai pada saat bersamaan. Keduanya saling menatap kemudian tersenyum kecil. “Kau duluan saja.” Kata heechul.

Sungmin berdeham-deham, bermaksud melegakan tenggorokannya yang terasa serak. Tapi ternyata sama sekali tidak membantu. Suaranya tetap terdengar aneh di telinganya sendiri. “Mianhae..”

Sungmin menatap lantai. “Mianhae untuk semuanya. Aku tahu seharusnya aku tidak begini, tapi aku tidak bisa. Aku tidak tahu lagi harus bagaimana.” Dia mengangkat kepalanya dan menatap heechul. Raut wajah heechul tak terbaca. Marah? Kaget? Sedih?

“Kita sudah bersama hampir 10 tahun. Hubungan kita baik-baik saja, bahkan seperti saudara. Tapi…” dia berhenti.

“rusak hanya karena seorang yeoja asing.” Heechul melanjutkan kalimat sungmin yang terhenti lalu tertawa miris.

“Cih.. menyebalkan sekali. Aku kaget ternyata dongsaengku yang cute ini bisa jadi garang seperti itu hanya karena yeoja. AAh… ani… bukan hanya kau. Tapi aku juga. Sejak kapan aku bisa peduli pada hal seperti ini.”

Heechul tertawa. Sungmin ikutan tertawa. “mianhae hyung, tapi aku tidak bisa melepasnya begitu saja. Aku sudah mencoba tapi aku tidak bisa.” Sungmin menatap heechul dalam-dalam.

Heechul menarik napas panjang. “aku sudah menduga kau akan mengatakannya. Itu hak mu. Aku tidak punya hak melarangmu. Tapi kuingatkan kau. Aku tidak akan mudah menyerahkannya, kecuali dia sendiri yang minta.”

“Araseo.”

Heechul berdiri dan sungmin menghambur ke pelukannya. “Mianhae hyung… gomapda..”

“Babo…..”

“Ph iya.. tadi kau datang untuk makan kan? Masa si wookie itu? Tidak biasanya dia lama. RYEOWOOK!!!!!!!” panggil heechul dengan suara 5 oktaf.

“Ne hyung! Sudah siap.” Sahut ryeowook dari dapur.

“Ayo makan.”

“Hyung, gula sudah habis. Aku pergi beli dulu ya.” Kata ryeowook saat sungmin dan heechul makan (*wah… habis baikan makan bareng de.. ^^)

+++

“Wa… elf yang datang masih muda semua. Sepertinya masih usia sekolah semua de.” Kata eunhyuk sambil mengintip dari belakang.

PLETAK!!!

“Auch… hyung.” Eunhyuk meringis memegangi kepalanya yang dijitak oleh leeteuk.

“Siapa suruh hobinya ngintip cewek. Mau masih muda atau uda berumur juga yang penting mereka elf. Tidak masalah kan?!”

“ya… seleramu memang nenek-nenek.” Balas eunhyuk yang langsung kabur.

“Dengar ya.. punyaku yang muda!!!” teriak leeteuk sambil mengejarnya.

“dasar, tidak tahu umur.” Kata heechul pelan. Member yang lain tertawa melihat tingkah mereka.

===

“Oppa, boleh minta popo?” Tanya seorang elf pada kyuhyun.

Kyuhyun mengangguk. Tapi leeteuk menjitak kepalanya. “jangan macam-macam.” Bisiknya. Akhirnya kyuhyun meralatnya, “popo di tangan saja ya..”

Semua berseru entah kecewa atau senang tapi sama saja semuanya. Ujung-ujungnya pasti menjerit. Kemudian giliran elf lain yang mengajukan pertanyaan.

“oppa, 94 gimana?” Tanya elf itu pada sungmin.

Semua terperanjat kaget. Sungmin melirik heechul sekilas, “Ne… umur tidak masalah bagiku.” Kali ini mata semua member tertuju gentian ke arah sungmin dan heechul. Namun, keduanya tampak sangat santai. Tidak ada pandangan marah atau semacamnya. Ryeowook mengangguk singkat sambil tersenyum seakan berkata, ‘apa kubilang? Benarkan?’. Sebenarnya membeli gula hanya alasan. Ryeowook pergi menemui semua member untuk memberikan info tentang perdamaian heemin. Saat di dapur,ryeowook sudah mengintip pembicaraan mereka dan meng sms semua member. Tapi akibatnya hpnya menjadi luar biasa sibuk. Beberapa sms masuk sekaligus dan banyak yang menelponnya. Baru selesai dengan yang satu, hpnya bergetar lagi. Telinganya sampai panas. Akhirnya dia mengsms semua untuk bertemu di babtols saja.

+++

Setelah selesai acara, suju merayakan ‘hari jadi’ mereka bersama-sama tentunya dengan pasangan masing-masing Supersidae + Nari di tempat khusus yang mereka pesan. Selama acara berlangsung semua bersenang-senang meski tetap waspada. Boleh saja berjaga-jaga meski bendera putih sudah berkibar kan? Deklarasi damai yang berkumandang tidak bisa menjadi jaminan atas suasana hati seseorang.

“Kenapa dengan kalian semua?” Tanya Fani dengan polos saat semua orang di sana memperhatikannya dan 2 orang disebelahnya bergantian.

“Aniyo..” koor seisi ruang. Tadi baru saja fani mengambilkan snack untuk sungmin, padahal heechul sedang bicara padanya. Sontak saja seisi ruangan terdiam, bersiap-siap dengan segala kemungkinan. Untungnya tidak terjadi apa-apa sepanjang acara.

“Ayo pulang.” Ajak senna pada kedua temannya.

“Biar kuantar.” Kata heechul, kyuhyun dan leeteuk bersamaan.

“ya!! Kami ini satu apartemen. Cukup 1 yang mengantar.” Kata senna sambil menatap ketiga namja itu, seakan berusaha menjelaskan 1+1=2 pada anak TK.

“Aku saja.” Ketiganya bersuara lagi.

“Kalau begitu Siwon oppa, kami ikut mobilmu saja.” Kata senna. Semua menatapnya heran. Tapi siwon mengerti maksudnya dan langsung mengangguk. “tentu saja. Ayo. Aku duluan ya…”

“Kami duluan..”

“ya!! Kenapa jadi siwon yang antar?” Tanya fabiola bingung.

“Begini, kalau salah satu dari mereka yang antar kan pasti ada yang tidak enak. Jadi mendingan bukan salah satunya. Lagian siwon juga kan pulang ke rumah. Searah kok sama apartemen kita.” (*readers: wah.. kawasan elit dong??? Author: maunya juga gitu… ^^)

Fabiola dan fani mengangguk-angguk dengan mulut membentuk O, tanda mengerti. “untung aja siwon oppa cepat ngerti. Malas de kalau harus ngejelasin disana.” Kata senna sambil masuk ke mobil siwon. Untungnya hari ini dia tidak membawa audi yang berkursi 2, tapi mobil lain dengan kapasitas lebih besar.

+++

Hari demi hari berlalu lagi dan sekarang sudah saat yang sangat dinanti-nanti oleh semua penyanyi di korea. Apalagi kalau bukan daesang award. Semuanya sibuk mempersiapkan diri untuk acara itu. Bahkan meski acara baru mulai malam, dari pagi mereka sudah standby di tempat acara untuk gladi bersih alias reherseal.

“Ga nyangka kita bisa ikutan daesang. Rasanya kemarin baru aku liat di internet.” Kata fabiola.

“Ya emang. Sampai sekarang aja rasanya masih aneh loh.. kita datang buat jalan-jalan eh malah jadi artis.” Kata fani bernostalgia sesaat.

“Udalah, mending siap-siap. Benter lagi giliran kita.” Kata senna sambil berbalik dan mengambil posisi di stage.

“Ya Senna!!! Jangan merusak suasana dong.” Protes fani dan fabiola sambil ikutan ke stage.

+++

“hyung, kok perasaanku ga enak ya?” kata siwon pada leeteuk.

“Ga enak gimana? Takut ga menang?” leeteuk berusaha bercanda tapi suaranya bergetar karena dia sendiri juga tegang.

“Sebenarnya aku juga was-was.” Ucap yesung. “Uda kepalaku ga enak ni.”

“uda minum obat?” Tanya ryeowook dan yesung mengangguk.

“udalah.. jangan tegang. Berdoa aja.” Kata heechul yang malah membuat semua merinding. “Wae?? Kenapa kalian jadi ketakutan begitu?”

“Hyung, kurasa aku juga punya filing buruk.” Tambah kyuhyun. Bukan lega, mereka malah tambah tegang mendengar kata-kata heechul. Seorang heechul yang atheis bisa  menyuruh mereka berdoa?? Apa sekarang matahari terbit di barat?

+++

Ternyata semua perasaan buruk itu terbukti. Mereka memang tidak memenangkan daesang tahun ini. Meski sebelum pengumuman, manager sudah memberitahu mereka, namun tetap saja mereka shock dan sedih. Bahkan heechul dan leeteuk menghilang bahkan sebelum acara benar-benar berakhir.

“gwaenchanayo..” hanya kata itu yang mampu mereka ucapkan pada superjunior.

“Fani, mending nyusul heechul oppa aja de sana.” Kata fabiola.

“Senna?” tanyanya sambil melihat senna. Senna ingin ikut tapi dengan banyaknya kamera disini tidak mungkin. Berita apa yang muncul kalau dia juga menghilang? “Tidak usa. Kau saja.”

Fani ikutan menghilang ke backstage sementara fabiola dan senna tetap tinggal untuk foto bersama sekaligus menyemangati suju sebisa mungkin. Tidak persis menyemangati sebenarnya karena tidak ada kata semangat yang keluar. Yang ada hanya senyuman terpaksa dan kata ‘gwaencahanayo’.

+++

@backstage, ruangan superjunior

“yeobo ah..” kata fani sambil berjalan ke arah heechul dan langsung memeluknya.

“Gwaenchana…” heechul mengatakannya bahkan sebelum fani membuka mulut. Dia melepas pelukannya dan tersenyum miris.

Fani mengalihkan matanya kepada leeteuk yang wajahnya sudah merah akibat menangis. Entah apa yang harus dilakukannya pada namja yang satu ini. Heechul saja bisa menahan tangisnya, tapi leader yang satu ini sudah membuat ruangan banjir. “mianhae, mereka masih harus diluar.”

Tidak ada yang memberi respon. Tapi memang tidak ada yang perlu respon untuk ini. Fani menyandarkan kepalanya di bahu kiri heechul sementara tangan kanan heechul menepuk-nepuk punggung leeteuk.

Untungnya tidak lama kemudian yang lain masuk. Semua juga ikutan meluapkan emosinya disana. Menangis, marah, kecewa dan bingung. Manager suju dan supersidae datang dan meminta mereka segera bersiap-siap pergi. Seperti biasa, pesta perayaan SM. Tapi seisi ruangan tidak ada yang mau ikut.

“Aku mengerti tapi tidak sopan kalau semua tidak datang. Begini saja. Yesung kau boleh pulang karena tidak enak badan. Heechul, temani leeteuk. Yang lain ikut aku ke acara. Kalian bisa langsung pulang begitu mengangkat gelas.”  Mau tidak mau semua setuju dengan manager dan pergi. Supersidae juga mau tidak mau harus pergi. Profesionalitas mereka diuji disini. Menemani pacar atau menghadiri acara perusahaan. Bukan pilihan yang mudah tapi tetap harus dilakukan.

(bagian sukira special idols from overseas. Tapi guest hanya Victoria dan supersidae.)

“Baru saja kita dengarkan lagu dari Supersidae, supersidae.” Kata eunhyuk. “3857-nim : aku suka lagunya. 6825-nim : sukira overseas daebak!” lanjutnya sambil membaca komen dari layar computer di depannya.

“Kamsahamnida.” Sahut supersidae.

“Banyak juga ternyata yang ingin bertanya pada kalian lho.” Kata leeteuk ikutan membaca komen di layar komputernya.  “bagaimana rasanya tinggal dan menjadi artis di korea pada usia semuda ini? Jauh dari keluarga di Negara asing?”

“Mengejutkan, menyenangkan juga agak membingungkan.” Jawab fabiola.

“Maksudnya?” Tanya eunhyuk, minta penjelasan.

“Begini, awalnya kami datang untuk jalan-jalan tapi malah ikutan audisi dan berhasil. Sangat mengejutkan. Bisa menjadi artis dan tinggal di korea kan menyenangkan. Tapi sampai saat ini semua masih terasa aneh. Seperti mimpi. Jadi ya agak membingungkan.”

“Wa… kompleks sekali ya.” Sahut leeteuk. “Tapi masuk akal si kalau merasa ini seperti mimpi. Apalagi di usia semuda ini.”

“Sok ngerti. Padahalkan kau sudah tua, leeteuk ssi.” Kata eunhyuk dan sontak membuat semua tertawa kecuali leeteuk yang melempar pandangan tajam padanya. Tapi tetap melanjutkan pertanyaannya.

“ ‘Fani ssi, dulu di young street kau pernah bilang suka namja yang cute. Tapi heechul oppa kan ga cute. Tapi kenapa bisa suka padanya?’ Wah… pertanyaannya mendalam sekali. Bagaimana tanggapanmu?”

Semua mata tertuju pada fani. Sebenarnya pertanyaannya tidak persis seperti itu, hanya saja leeteuk, eunhyuk, senna dan fabiola juga penasaran dengan jawabannya.

“Ehm.. tidak ada alasan khusus. Aku memang suka namja yang cute, tapi heechul juga bisa cute dengan caranya sendiri.” Jawab fani. Sontak terdengar koor “O~o” dari semua.

“Wah.. heechul hyung, aku baru tahu kau bisa cute.” Sahut eunhyuk dengan polos. Sontak semua tertawa.

“Fabiola ssi, silahkan bacakan komen selanjutnya.” Kata leeteuk.

“Ne. 3012-nim : ‘fabiola ssi, bagaimana rasanya menjadi dj bersama heechul ssi? Kenapa tidak menjadi special dj di sukira saja?’ “ fabiola berpikir sebentar. “Menjadi dj bersama heechul?? Itu sebenarnya aku cukup tertekan.”

Semua tertawa (*bayangin ketawa khas leeteuk n eunhyuk yang super-super itu.) “Terkadang rasanya aku tidak bisa mengimbanginya sebagai dj.”

“Heechul ah, kau memang keterlaluan.” Kata leeteuk, berpura-pura marah namun justru jadi lucu karena dia mengatakannya sambil menahan tawa.

“Lalu bagaimana dengan mejadi dj special? Sepertinya itu lebih menyenangkan ya menjadi dj bersama eunhyuk ssi, tapi terkadang aku juga merasa kasian kalau heechul harus menjadi dj sendiri. Bisa-bisa staff disana tertular semua.” Lagi-lagi semua tertawa.

“jangan berlebihan.” Kata fani.

Sontak seisi ruangan mengejeknya. “Ehem… membela pacar de…” kata leeteuk dengan nada mengejek.

“Senna ssi..” kali ini eunhyuk bertanya pada senna. “Ne.”

“Bagaimana rasanya setelah menikah dengan leeteuk ssi?”

“Eh…” sahut senna kaget. Kenapa bisa keluar pertanyaan seperti itu? (*ya karena authornya mau dong.)

“Jangan Eh.. dijawab.” Kata eunyuk lagi.

“Biasa saja.” Jawabnya santai. “Biasa saja katamu?” tiba-tiba leeteuk nyahut.

“Yang ditanya kan aku. Biasa saja. Terkadang memang terasa aneh karena dia terlalu heboh. Tapi ya, cukup bagus juga lah. Bisa membuat suasana menyenangkan.”

“Jadi aku heboh  ya?” Tanya leeteuk dengan tampang oon nya

“Leeteuk ssi, sadar diri dong.” Komen eunhyuk.

“Sayang sekali ya, nichkhun ssi tidak bisa hadir hari ini. Kalau tidak kita punya 2 pasang de disini.” Kata eunhyuk sontak membuat suasan riuh lagi dan Victoria menutup wajahnya dengan tangan. “Victoria ssi, bagaimana kabar suamimu?”

“Mollayo..” jawabnya pelan. “dia terlalu sibuk.”

“O~o..  bagaimana dengan kalian sendiri? F(x) maksudku.”

“Kami juga sibuk dengan beberapa acara. Apalagi ini sudah akhir tahun.” Sahut leader f(x) ini.

“7894-nim : putarkan lagu f(x) NU ABO dong.” Kata leeteuk membaca komen. “ehm… baiklah. Kita break sebentar dengan NU ABO dari f(x).”

(putar lagu NU ABO dan I’ll back 2PM)

“I’ll back 2pm baru saja kita dengarkan bersama. Juga ada nu abo dari f(x).” kata leeteuk membuka acara lagi.

“Ne. sekarang kita lanjutkan bertanya pada mereka berempat. Fani ssi..”

“Ne.”

“Bagaimana perkembangan hubunganmu dengan heechul ssi?”

“Pertanyaan pribadi lagi ni..” kata leeteuk.

Fani tersenyum simpul. “Ehm.. baik-baik saja.”

“Wa… jawaban yang sangat singkat, padat dan jelas.” Komentar leeteuk.

“Kalau begitu memang mau diapain lagi. Masa dibilang ga baik.” Kata eunhyuk membela.

Fani tertegun sejenak. Ga baik??? Entahlah. Rasanya memang tidak ada yang salah dengan hubungannya dengan heechul. Hanya saja entah kenapa dia jadi tidak nyaman saja setiap dekat dengan heechul apalagi kalau di depan sungmin.

“Fani ssi..” panggil eunhyuk lagi, membuyarkan pikiran Fani. “Selain kau, apa ada member lain yang sudah punya pacar? Leader atau magnae??”

Fani tertawa, wajah kedua temannya memerah. Untung ini bukan live jadi tidak ada bora. “Kalau untuk itu silahkan tanya sendiri.”

“Benar itu. Kenapa kau tanya pada Fani? Harusnya kau tanya mereka langsung.” Kata  leeteuk pada eunhyuk. Eunhyuk hanya memandang leeteuk sambil memanyunkan bibir.

“Aku ti..”

“O iya satu lagi.” Kata leeteuk lagi memotong kata-kata senna. “Seharusnya kau hanya bertanya pada Fabiola ssi. Fani dengan heechul. Senna denganku.” Katanya kepedean. Yang lain mengejek.

“Hah!!! Sudahlah. Anggap aku tidak bertanya padamu, senna ssi.” Kata eunhyuk geleng-geleng kepala, bingung sendiri dengan kelakuan hyungnya ini. Sampai segitunya. Memang ingin orang tahu?

“Bagaimana Fabiola ssi?”

Dengan malu-malu Fabiola membuka mulutnya. “saat ini, aku sedang dekat dengan seseorang.” Sontak terdengar “wa” dari semua, padahal semua juga sudah tahu. Maklum yang ada disana kan anak sm semua.

“Siapa dia?? Apa artis juga?”

“Ne.” terdengar ‘wa’ lagi.

“kalau begitu semua disini sudah punya pasagan kecuali kau eunhyuk ssi.” Kata leeteuk dan dibalas dengan wajah cemberut eunhyuk.

“Daripada kau bisanya ngomong saja. Umumkan secara resmi dong.”

“Tunggu dulu… maksudnya leeteuk ssi beneran sudah punya pacar?” tanya Victoria tiba-tiba.

“Ah… kapan-kapan saja kita bahas ya.. sekarang kita dengarkan penampilan dari supersidae dengan single terbaru mereka.”

(Supersidae nyanyi, live harusnya)

Plok..plok…plok…

“Kamsahamnida.”

“Victoria ssi, sudah siap?” tanya eunhyuk. Sekarang giliran Victoria yang menyanyi, sebuah lagu mandarin yang entah apa judulnya.

Plok..plok..plok…

“Tidak terasa sudah hampir satu jam kita ngobrol ya.” Kata leeteuk lagi setelah Victoria selesai bernyanyi. “Dan itulah tadi, kedua bintang tamu kita sudah membawakan lagu mereka masing-masing. Semoga di kesempatan lain kita bisa melanjutkan obrolan.”

“Leeteuk ssi, sejak kapan kau jadi bicara seperti itu? Apa gara-gara semua bintang tamu hari ini yeoja ya?” kata eunhyuk dengan tampang babo nya.

“Mungkin juga.” Balas leerteuk sontak 4 bintang tamu berdeham-deham dengan maksud sendiri-sendiri.

“Terima kasih sudah datang… anyeongi kaseyo..”

“Anyengi gyeseyo..”

Setelah selesai foto dan keluar dari ruangan, semua langsung menuju ke mobil. Tapi senna juga sibuk dengan hp nya.

Salah minum obat ya?

Tidak sampai satu menit kemudian hpnya bergetar dengan balasan dari orang yang sama.

Aniyo… memang tidak boleh?

Dengan cepat dia mengetik balasan. Kemarin saja heechul dan shindong oppa kena marah. Kalau dibilang sekarang, bukannya 2 lagi yang kena marah?

LT : Takut dimarahi?

Senna : Aniyo.. takut dibantai oleh elf mu.

LT : Hahaha… tenang saja.

Senna : Terserahlah.

TBC

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s